Energi Positif dan Negatif TV pada Tumbuh Kembang Anak

Televisi merupakan salah satu dari sekian media yang sangat bermanfaat terutama dalam penyampaian informasi. Melalui televisi kita dapat mengetahui informasi terbaru dari sudut bumi manapun dengan sangat mudah dan cepat sehingga kita bisa tahu apa yang sedang terjadi. informasi yang diperoleh dari televisi biasanya lebih lama tersimpan dalam daya ingat manusia karena kita mendapatkan informasi melaui dua cara sekaligus, secara visual dan audio.


Seiring berjalannya waktu, program televisi juga mengahadikan berbagai macam tayangan yang sesuai dengan kalangan penikmatnya, tak terkecuali anak-anak. Seringkali program televisi untuk anak tayang pada pagi hari dan juga sore hari. Lalu bagaimana efek TV bagi tumbuh kembang anak? Apakah berdampak baik atau buruk? Langsung saja yuk kita cek efek dari menonton tv bagi anak-anak

A.    Energi Positif Televisi

1.    Menambah Pengetahuan Anak

Melalui program tayangan anak, anak dapat mengetahui hal-hal baru disekitarnya. Misalnya saja program tayangan “Laptop Si Unyil". Dalam program tersebut terdapat beberapa tokoh yang memiliki karakter masing-masing, ada Unyil, Ucrit dan Usro, Pak Raden, Pak Ogah. Melalui   tayangan tersebut anak diajak untuk belajar bagaimana memecahkan masalah, bertanggung jawab, juga toleransi. Selain itu kita juga diajak menjelajah ke berbagai tempat pengolahan, misalnya ke pabrik pengolahan susu kemasan. Akhirnya anak bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan susu dari awal hingga akhir. Dan itu menjadi wawasan baru bagi anak tentunya.

2.    Sarana Hiburan Anak 

Tidak jarang program tayangan anak melulu soal edukasi. Dibalik itu semua pasti diselipkan lelucon dan humor yang mengundang tawa. Hal ini bertujuan agar anak merasa terhibur dan tidak jenuh saat menonton. Selain itu bisa juga menjadi bahan fantasi anak dalam berimajinasi. Biasanya anak juga akan membagikan momen lucu yang dilihat di televisi saat berkumpul dengan orang tua atau temannya. Hal itu sangat bagus karena melatih daya ingat dan berani berbicara kepada sesama.

3.    Tokoh Panutan Anak

Dalam program tayangan televisi pasti ada tokoh yang berperan di dalamnya. Misalnya dalam acara “Laptop Si Unyil”. Si Unyil berperan sebagai anak kecil yang selalu memakai peci dan sarung, dan unyil merupakan anak kecil yang sopan, pandai, punya rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu unyil juga pemberani. Pasti anak-anak yang melihat Unyil menjadi kagum sehingga tidak jarang mereka ingin berperilaku seperti unyil, anak kecil yang pandai dan sopan. Karena tabiat anak sendiri adalah peniru yang ulung. Jika ia sering melihat hal yang baik maka perangainya juga akan baik. Begitu pula sebaliknya, anak yang seringkali melihat sesuatu yang buruk juga akan menirunya. Jadi selagi masih bisa ditata, beri tontonan yang baik untuk anak.

B.    Energi Negatif Televisi

1.    Menjadi Lebih Agresif

Anak yang sering menonton televisi cenderung bersikap lebih agresif dibanding anak yang jarang menonton televisi. Hal ini terjadi karena anak merasa bahwa dirinya hanya sendiri, kesepian, tidak punya teman, tidak jarang orang tua yang sibuk sehingga tidak ada yang mengawasinya. Akibatnya anak bisa berbuat sesukanya, dan bisa juga menirukan apa yang ditonton di televisi. Dia menunjukkan hal yang dilihatnya kepada teman atau orang tua sebagai upaya untuk mencari perhatian, tanpa mengetahui hal yang dilakukan baik atau buruk.

2.    Menjadi Lebih Konsumtif

Sering menonton TV berati tidak melewatkan iklan yang muncul didalamnya. Walaupun sebenarnya anak melihat program tayangan anak pasti ada iklan yang lewat saat jeda. Iklan tersebut kebanyakan berisi tentang makanan dan minuman. Tanpa disadari sering melihat iklan tersebut menjadikan anak penasaran bagaimana rasanya sehingga berkeinginan untuk mencicipinya. Dan iklan tersebut tidak hanya satu atau dua jenis saja, melainkan bervariasi. Hari ini anak ingin makan A, besok ingin minum B, besoknya lagi ingin makan C dan seterusnya. Jika dibiarkan hal ini akan berdampak buruk, karena anak akan sering makan makanan yang dilihat dari iklan tanpa mengetahui hal tersebut menyehatkan atau tidak. Yang utama adalah memuaskan rasa penasarannya.

3.    Menjadi Lupa Waktu 

Menonton acara televisi memang sangat seru, bahkan kita bisa duduk berjam-jam untuk hal itu. Karena telah asyik menonton anak mengabaikan hal-hal disekitarnya. Misalnya meraka menjadi lupa untuk makan, mandi, bermain dengan teman, bahkan belajar. Saat diingatkan untuk mandi mereka menjawab sebentar lagi dan tanpa disadari adzan magrib telah terdengar. Karena keasyikan nonton malamnya mereka mengantuk disaat waktu bekajar. Jika hal ini terus berlanjut akan sangat buruk dampaknya bagi anak. Mereka menjadi tidak disiplin, kurangnya waktu untuk bersosialisasi, kurang mengetahui keadaan luar, bahkan anak bisa menjadi malas beraktivitas.

Setelah mengetahui beberapa efek positif dan negatif menonton tv, tentu masing-masing orang tua memiliki cara tersendiri dalam mendidik anak, salah satunya dalam hal menonton tv. Disini peran orang tua sangat penting karena bertujuan untuk memantau perkembangan anak, misalnya orangtua selalu mendampingi anak saat menonton tv sehingga tau apa yang ditonton anak.

Orang tua harus melakukan tindakan tegas kepada anak, pukul berapa saja mereka diperbolehkan menonton tv dan pukul berapa televisi harus dimatikan. Hal ini akan sangat baik dilakukan karena anak bisa memperoleh berbagai manfaat tanpa mengurangi aktivitas sehari-hari sebagai anak seutuhnya....

0 Response to "Energi Positif dan Negatif TV pada Tumbuh Kembang Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel